
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat. Dalam berbagai kondisi, termasuk saat krisis ekonomi, banyak UMKM justru mampu bertahan dan tetap berjalan. Hal ini tidak terlepas dari jenis usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat serta kemampuan pelaku UMKM beradaptasi dengan cepat. Berikut beberapa jenis UMKM favorit masyarakat yang terbukti tahan krisis dan tetap diminati hingga kini.
Pertama, UMKM kuliner selalu menjadi pilihan utama. Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan, apa pun situasi ekonominya. Mulai dari warung makan sederhana, jajanan tradisional, hingga minuman kekinian, UMKM kuliner terus memiliki pasar. Inovasi menu, harga terjangkau, dan penjualan melalui layanan online membuat sektor ini tetap hidup meski daya beli masyarakat menurun.
Kedua, UMKM sembako dan kebutuhan harian juga termasuk yang paling stabil. Usaha seperti toko kelontong, agen beras, telur, gas elpiji, dan kebutuhan rumah tangga lainnya selalu dicari. Saat krisis, masyarakat cenderung lebih fokus pada kebutuhan dasar, sehingga UMKM di sektor ini relatif aman dan memiliki perputaran uang yang konsisten.
Ketiga, UMKM di bidang fashion sederhana dan kebutuhan sandang terbukti mampu bertahan dengan menyesuaikan pasar. Produk seperti pakaian rumahan, hijab, sandal, dan pakaian anak tetap diminati karena dibutuhkan sehari-hari. Pelaku UMKM yang mampu mengikuti tren, menjaga kualitas, dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran biasanya dapat bertahan bahkan berkembang di masa sulit.
Keempat, UMKM jasa menjadi sektor yang fleksibel dan adaptif. Jasa seperti laundry, servis elektronik, potong rambut, hingga jasa kebersihan tetap dibutuhkan masyarakat. Di tengah krisis, banyak orang memilih memperbaiki barang lama daripada membeli baru, sehingga jasa servis justru mengalami peningkatan permintaan.
Kelima, UMKM berbasis digital dan online semakin menunjukkan ketahanannya. Penjualan melalui marketplace, media sosial, dan aplikasi pesan instan memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya operasional yang relatif rendah. UMKM yang memanfaatkan teknologi cenderung lebih siap menghadapi perubahan perilaku konsumen, termasuk saat terjadi krisis.
Terakhir, UMKM produk lokal dan kerajinan juga memiliki daya tahan tersendiri. Produk handmade, makanan khas daerah, dan kerajinan tradisional memiliki nilai unik yang tidak mudah tergantikan. Dengan branding yang tepat dan pemasaran digital, produk lokal mampu menarik minat pasar nasional bahkan internasional.
Kesimpulannya, UMKM yang terbukti tahan krisis umumnya adalah usaha yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, fleksibel, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Dengan inovasi, konsistensi, dan pemanfaatan teknologi, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berpotensi tumbuh lebih kuat di tengah tantangan ekonomi.

Leave a Reply